Sabtu, 11 Mei 2013

Kisah Khalifah Umar Bin Khatab

Perempuan Itu Merebus Batu

Alkisah pada satu masa
ada seorang raja
sangat dicinta
seluruh rakyatnya

sang raja gemar menyamar
disela kehidupan rakyat
untuk menyaksikan sendiri
apa masalah yang tengah terjadi

pada satu kesempatan
dalam penyamaran
terdengar suara tangis
dibawah hujan gerimis

didekatinya sumber suara
di dalam sebuah bilik
lirih terdengar percakapan

“aku lapar sekali, bu.. ”
anak itu meratap pilu
“sebentar nak.. ibu sedang memasak”
jawab sang ibu

anaknya terus merengek minta makan
perempuan itu masih menjawab sama
sang raja pun mulai penasaran
ingin tahu apa yang terjadi sesungguhnya

dilihatnya anak balita dipelukan ibunya
tersimpuh beralaskan tanah
kemiskinan merundung
tak punya apa apa
walau sebutir gandum

“mengapa anakmu terus menangis ?”
raja bertanya
“seharian dia belum makan..”
perempuan itu terbata

“lalu apa yang sedang kau rebus  ?”
perempuan itu terdiam kemudian  menangis

sang raja makin bertanya tanya
didekatinya sebuah kuali diatas tungku
terbukalah tutupnya
sang raja terkejut ’saat melihat
sebongkah batu !

“mengapa kau lakukan itu ?”
sekedar untuk membuat anakku menunggu
lalu tertidur dan lupa tangisannya”

mendengar jawaban perempuan itu
seketika sang raja terkulai lemas
airmatanya mengalir deras

betapa hancur hatinya
menyaksikan penderitaan rakyatnya

sang raja segera mencari baitulmal
diambilnya sekarung gandum
dipanggulnya sendiri dan dibawanya
menuju kerumah perempuan itu

diapun rela memasaknya
segera disajikan kepada si anak
sesaat anak itu makan dengan lahapnya
sang raja terharu, matanya berkaca kaca

dalam hatinya,  dia bertanya kepada dirinya sendiri :

“betapa berdosanya aku hidup diistana
sedangkan rakyatku sedang menderita...

masih pantaskah aku hidup berkecukupan
bila masih ada yang tak bisa makan ?"


Terinspirasi dari kisah Sayyidina Umar bin Khattab r.a,  salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW  yang juga sebagai khalifah  kedua  (634-644)

 ditulis ulang dari rangkuman berbagai media kisah para khalifah dan kajian agama Islam.

 






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar